Program konservasi ini dimulai sejak tahun 2006 ketika enam ekor koala didatangkan dari Australia. Seiring waktu, populasi koala di taman konservasi tersebut terus berkembang hingga mencapai lebih dari 80 ekor yang berasal dari delapan generasi berbeda. Keberhasilan ini juga ditandai dengan lahirnya kasus langka koala kembar yang berhasil dibesarkan di luar Australia.
Selain menjadi pusat konservasi, taman ini juga aktif melakukan penelitian dan pengembangan untuk menjaga keberlangsungan populasi koala. Lingkungan yang menyerupai habitat asli dibuat untuk memastikan hewan marsupial tersebut dapat berkembang dengan baik meski berada jauh dari negara asalnya.
Seiring bertambahnya populasi koala, pihak taman kini mulai merancang program pelepasliaran ke habitat asli di Australia. Koala yang telah menjalani pelatihan bertahan hidup dan lolos penilaian nantinya akan dikembalikan ke alam liar sebagai bagian dari upaya pelestarian spesies secara berkelanjutan. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MUM)