Suasana tersebut terlihat di Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah, Arab Saudi, saat jemaah haji Embarkasi Makassar Kloter UPG-3 bersiap kembali ke Indonesia. Di tengah kesibukan mengatur barang bawaan, kilauan gelang, kalung, cincin, hingga jam tangan berwarna emas tampak menghiasi sejumlah jemaah perempuan asal Bone, Sulawesi Selatan.
Perhiasan bernuansa emas menjadi salah satu oleh-oleh yang paling banyak diburu selama berada di Arab Saudi. Selain digunakan sendiri, berbagai aksesori tersebut juga dibeli untuk dibagikan kepada keluarga, kerabat, hingga tetangga di kampung halaman sebagai kenang-kenangan dari perjalanan ibadah haji.
Tradisi membawa pulang perhiasan dari Tanah Suci telah berlangsung turun-temurun di kalangan masyarakat Bugis dan Makassar. Bagi sebagian jemaah, perhiasan tersebut bukan hanya sekadar buah tangan, tetapi juga menjadi simbol kebahagiaan dan ungkapan rasa syukur setelah berhasil menunaikan ibadah haji. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MUM)