Di salah satu warteg di kawasan Jakarta Barat, pelanggan masih bisa menikmati satu porsi makan lengkap dengan anggaran Rp20 ribu. Dengan harga tersebut, pembeli mendapatkan nasi, ikan, sayur, orek tempe, serta minuman teh tawar. Paket makan ekonomis ini menjadi solusi bagi masyarakat yang ingin tetap berhemat tanpa mengurangi kebutuhan makan harian.
Pemilik warteg, Mulyati, mengaku kenaikan harga bahan pangan memang berdampak pada biaya operasional usahanya. Namun, untuk mempertahankan pelanggan di tengah persaingan usaha kuliner yang ketat, ia memilih tidak menaikkan harga jual makanan. Sebagai gantinya, beberapa porsi makanan disesuaikan agar usaha tetap dapat berjalan dan menghasilkan keuntungan.
Meski margin keuntungan menurun, warteg tetap menjadi penyelamat bagi banyak warga yang membutuhkan makanan murah dan mengenyangkan. Di tengah gejolak harga pangan, keberadaan warteg dinilai masih memiliki peran penting dalam menjaga akses masyarakat terhadap kebutuhan konsumsi yang terjangkau.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MUM)