Dalam kegiatan praktik yang digelar di ruang kelas, para siswa mempresentasikan proses pengolahan minyak jelantah menjadi biodiesel di hadapan tim penguji dan pembina. Hasil olahan tersebut kemudian diuji langsung pada mesin genset berbahan bakar biosolar untuk membuktikan fungsinya sebagai sumber energi alternatif.
Inovasi ini mendapat perhatian dari anggota DPRD Kabupaten Kampar, Eko Sutrisno. Menurutnya, pemanfaatan limbah minyak jelantah menjadi biodiesel merupakan langkah kreatif yang tidak hanya mengurangi pencemaran lingkungan, tetapi juga berpotensi menjadi solusi energi terbarukan di masa depan.
Eko berharap pemerintah daerah hingga pemerintah pusat dapat memberikan dukungan agar inovasi para siswa terus berkembang. Dengan pembinaan dan fasilitas yang memadai, hasil karya tersebut dinilai berpeluang menjadi contoh pemanfaatan limbah yang bernilai ekonomis sekaligus mendukung kemandirian energi nasional.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MUM)