Keinginan Agon untuk menunaikan ibadah haji muncul setelah kepergian sang anak tercinta. Sebelum wafat, anaknya yang pernah menempuh pendidikan di pesantren tahfiz Al-Qur’an berpesan agar dirinya menyisihkan rezeki untuk berangkat haji. Pesan sederhana itu menjadi titik balik kehidupan Agon hingga akhirnya ia mulai menabung sedikit demi sedikit dari hasil beternak lembu dan berbagai pekerjaan serabutan.
Dengan penuh kesabaran, Agon membeli anak lembu untuk dipelihara lalu dijual kembali demi mengumpulkan biaya haji. Baginya, ibadah haji bukan hanya milik mereka yang berkecukupan, melainkan siapa saja yang memiliki keyakinan dan kesungguhan. Ia percaya, ketika Allah telah memanggil, jalan menuju Baitullah akan terbuka meski harus ditempuh dengan perjuangan panjang.
Kini, mimpi yang selama bertahun-tahun diperjuangkan akhirnya terwujud. Agon pun berharap kisah hidupnya dapat menjadi penyemangat bagi generasi muda agar tidak mudah menyerah pada keadaan. Menurutnya, kerja keras, niat baik, dan keyakinan dapat membawa siapa saja mewujudkan impian, termasuk menjadi tamu Allah di Tanah Suci. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MUM)