Karya kuliner tersebut tidak sekadar memanjakan mata, tetapi juga menyampaikan kisah emosional tentang masa perang. Disusun secara vertikal, kue ini menggambarkan lapisan sejarah dan emosi, dengan wajah seorang ibu sebagai pusat perhatian simbol duka, kekuatan, dan ketahanan mereka yang terdampak konflik.
Detail kue dibuat dengan sangat teliti, mulai dari replika terowongan bawah tanah hingga miniatur tentara yang dipahat secara manual. Elemen-elemen ini menghadirkan kembali suasana masa lalu, sekaligus menjadi penghormatan bagi mereka yang merasakan dampak perang, terutama para ibu dan keluarga yang ditinggalkan.
Melalui karyanya, Nguyen ingin menyampaikan pesan persatuan dan rasa syukur atas perdamaian yang telah diraih. Ia berharap, karya kuliner ini dapat menginspirasi generasi muda untuk terus mengingat sejarah, sembari melangkah menuju masa depan yang lebih harmonis. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MUM)