Peresmian gerai dilakukan langsung oleh Bupati Bulungan, Syarwani, bersama jajaran pemerintah daerah. Dari 74 produk yang diajukan, sebanyak 30 produk berhasil lolos proses kurasi dan standarisasi. Salah satu yang menjadi sorotan adalah olahan cokelat dari Desa Pejalin dan Desa Antutan yang kini hadir dalam bentuk siap konsumsi, seperti cokelat batangan dan bubuk dengan kemasan modern.
Tak hanya cokelat, berbagai produk olahan berbasis sumber daya laut juga turut diperkenalkan. Camilan dari hasil laut menjadi ciri khas daerah yang diolah oleh pelaku UMKM setempat, menunjukkan potensi besar Bulungan dalam mengembangkan ekonomi kreatif berbasis kekayaan alam.
Kehadiran produk Bulungan di Sarinah menjadi simbol keberhasilan transformasi UMKM desa menuju pasar yang lebih luas. Pemerintah daerah menegaskan langkah ini bukan akhir, melainkan awal dari pembinaan berkelanjutan agar lebih banyak produk lokal mampu memenuhi standar nasional hingga menembus pasar global. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MUM)