Momentum ini bermula dari aksi mogok massal buruh di Amerika Serikat pada 1 Mei 1886 yang menuntut pembagian waktu kerja yang adil. Puncaknya terjadi dalam Haymarket Affair di Chicago, yang menelan korban jiwa dan menjadi simbol perlawanan buruh dunia. Sejak saat itu, 1 Mei ditetapkan sebagai hari solidaritas pekerja internasional.
Di Indonesia, peringatan May Day telah dikenal sejak masa kolonial dan sempat mengalami pasang surut hingga akhirnya kembali ditetapkan sebagai hari libur nasional pada 2013. Tahun ini, peringatan dipusatkan di kawasan Monumen Nasional dan dihadiri ratusan ribu pekerja dari berbagai sektor.
Dalam peringatan May Day 2026, Presiden Prabowo Subianto turut hadir dan menyampaikan sejumlah kebijakan yang merespons tuntutan buruh. Mulai dari pembentukan satgas mitigasi PHK hingga perlindungan pekerja transportasi online, menjadi bagian dari upaya pemerintah menjawab harapan pekerja. Lebih dari sekadar seremoni, May Day tahun ini menjadi pengingat bahwa perjuangan untuk keadilan dan kesejahteraan buruh masih terus berlangsung. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MUM)