Berdiri di atas lahan seluas 36 hektare dan dihuni lebih dari 3.700 jiwa, Kampung Samtama mengembangkan sistem pengelolaan sampah berbasis rumah tangga. Warga secara mandiri memilah sampah, melakukan pengomposan, hingga mendaur ulang limbah organik. Bahkan, sekitar 90 persen rumah tangga rutin mengumpulkan minyak jelantah untuk dimanfaatkan sebagai bahan bakar alternatif.
Tak hanya fokus pada pengelolaan limbah, warga juga melakukan berbagai langkah adaptasi terhadap perubahan iklim. Sebanyak 11 sumur resapan dibangun untuk mengurangi risiko banjir, disertai jalur evakuasi dan ruang retensi air. Lingkungan gang permukiman pun disulap menjadi lorong hijau lengkap dengan taman, pertanian hidroponik, serta urban farming yang dimanfaatkan sebagai pusat edukasi lingkungan.
Semangat kebersamaan menjadi kekuatan utama Kampung Samtama. Dari pengelolaan sampah hingga penghijauan lingkungan, seluruh warga terlibat aktif menjaga kampung mereka tetap bersih dan lestari. Kampung ini menjadi bukti bahwa perubahan besar bisa dimulai dari langkah kecil masyarakat dalam merawat lingkungan sekitar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MUM)