Beragam penanda mencolok dipasang di koper para jemaah, mulai dari gelas plastik, lonceng sapi, gantungan boneka, bunga plastik hingga pita warna-warni. Cara kreatif tersebut dilakukan untuk memudahkan pencarian koper, terutama saat berada di asrama haji maupun setibanya di hotel di Makkah.
Kepala Kemenhaj Sumenep, Ahmad Halimi, mengatakan penggunaan tanda tambahan pada koper sebenarnya diperbolehkan selama tidak berlebihan dan tidak membahayakan proses penerbangan. Menurutnya, setiap rombongan haji juga telah memiliki pita pembeda masing-masing untuk memudahkan identifikasi dalam satu kloter.
Sebanyak 1.356 koper calon jemaah haji dikumpulkan dan diperiksa sebelum diberangkatkan menuju Asrama Haji Sukolilo, Surabaya. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan barang bawaan sesuai aturan, termasuk batas berat koper dan larangan membawa barang tertentu. Para jemaah juga diimbau menyiapkan perlengkapan pribadi penting di tas kabin untuk kebutuhan selama dua hingga tiga hari pertama perjalanan ibadah haji. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MUM)