Sosok tersebut adalah Mohammad Arif Syamsani yang bekerja di lingkungan Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Tasikmalaya. Setiap pagi, Arief bersama keluarganya mempersiapkan perlengkapan berkuda sebelum menunggangi kuda kesayangannya bernama Si Narko menuju kantor melewati jalanan kota.
Bagi Arief, berkuda bukan sekadar hobi, tetapi juga menjadi cara untuk berolahraga sekaligus mengurangi penggunaan bahan bakar dan polusi udara. Ia menilai langkah sederhana tersebut bisa menjadi bentuk kontribusi nyata dalam mendukung efisiensi energi di tengah meningkatnya harga BBM dan ancaman krisis energi global.
Meski memilih moda transportasi yang unik, Arief tetap memperhatikan kenyamanan kudanya. Karena tidak tersedia kandang di area kantor, Si Narko akan dibawa pulang kembali oleh keluarga dan dijemput saat jam kerja selesai. Aksi ini pun menarik perhatian warga dan diharapkan dapat menginspirasi masyarakat untuk mulai menggunakan transportasi alternatif yang lebih ramah lingkungan. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MUM)