Setiap harinya, ribuan pengunjung memadati area museum untuk mencoba langsung berbagai teknologi masa depan yang dipamerkan. Salah satu wahana paling diminati adalah robot pemain tenis meja berbasis kecerdasan buatan atau AI yang mampu menyesuaikan tingkat permainan dengan kemampuan lawannya. Selain itu, pengunjung juga dapat merasakan sensasi balapan mobil menggunakan teknologi electroencephalogram (EEG) yang dikendalikan melalui gelombang otak.
Berbeda dengan museum konvensional, sekitar 80 persen dari 950 koleksi di museum ini bersifat interaktif. Mulai dari simulasi kapsul luar angkasa hingga teknologi antarmuka otak-komputer, seluruh wahana dirancang agar pengunjung dapat belajar sambil berinteraksi langsung dengan teknologi. Koleksi yang ditampilkan pun terus diperbarui mengikuti perkembangan industri dan inovasi terbaru di dunia sains serta teknologi.
Pada musim liburan, jumlah pengunjung museum bahkan dapat mencapai 30 ribu orang per hari. Peningkatan wisatawan internasional juga terus terlihat sejak awal tahun 2026. Dengan memadukan unsur teknologi, seni, dan budaya, Museum Sains dan Teknologi Shenzhen tidak hanya menjadi pusat edukasi modern, tetapi juga membuka peluang baru bagi masa depan pembelajaran sains di tingkat global.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MUM)