Eksperimen tersebut dikembangkan oleh Andon Labs, startup teknologi asal San Francisco, Amerika Serikat. Sejak dibuka pada pertengahan April, MONA diketahui telah merekrut dua barista manusia dan menghasilkan penjualan lebih dari 4.700 dolar Amerika Serikat. Konsep ini menjadi uji coba sejauh mana teknologi AI mampu mengambil alih peran manajerial dalam bisnis sehari-hari.
Meski terdengar futuristik, perjalanan operasional kafe ini tidak selalu berjalan mulus. Tim teknis menyebut MONA beberapa kali membuat keputusan logistik yang membingungkan akibat keterbatasan memori digital. Hal tersebut menyebabkan AI sempat melakukan pemesanan barang berulang karena lupa data transaksi sebelumnya.
Di balik inovasinya, penggunaan AI dalam pengambilan keputusan bisnis juga memicu perdebatan. Sejumlah akademisi menilai penggunaan AI untuk perekrutan dan evaluasi kerja berpotensi menimbulkan bias serta ketidakjelasan tanggung jawab hukum. Hingga kini, MONA juga masih berjuang menjaga stabilitas keuangan kafe di tengah ketatnya persaingan bisnis kedai kopi di Stockholm.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MUM)