Sejak Kamis pagi, kawasan Titik Nol Kilometer hingga Jalan Malioboro dipadati peserta kirab. Diperkirakan sekitar 10.000 hingga 12.000 orang dari 438 kalurahan di kabupaten dan kota se-DI Yogyakarta berjalan bersama menuju Keraton.
Suasana berlangsung khidmat sekaligus semarak, menarik perhatian wisatawan dan warga yang memadati sepanjang rute kirap. Tidak hanya diikuti pamong kalurahan, masyarakat umum juga turut serta dalam prosesi tersebut.
Setibanya di Keraton, para peserta disambut langsung oleh Sri Sultan Hamengkubuwono X. Momen ini menjadi simbol kedekatan antara pemimpin dan masyarakat, sekaligus wujud pelestarian tradisi budaya yang terus dijaga dari generasi ke generasi.
Di balik kemeriahan kirab, aktivitas ekonomi warga turut meningkat. Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sekitar kawasan acara merasakan lonjakan penjualan. Salah satu pedagang mengaku dagangannya laris sejak pagi dan mampu menjual puluhan porsi dalam waktu singkat.
Para pedagang berharap kegiatan serupa dapat digelar secara rutin karena dinilai membawa dampak positif bagi perekonomian lokal. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MUM)