Perubahan kawasan ini dimulai sejak tahun 2018 ketika warga bergotong royong membersihkan lingkungan yang sebelumnya dipenuhi sampah. Dengan memanfaatkan lahan terbatas, mereka mulai menanam melon menggunakan konsep greenhouse yang dinilai mampu menjaga kualitas tanaman dan meningkatkan hasil panen secara lebih optimal.
Upaya tersebut membuahkan hasil positif. Warga kini rutin memanen melon dengan kualitas yang baik. Hasil panen tidak hanya dimanfaatkan untuk kebutuhan masyarakat, tetapi juga menjadi sarana edukasi mengenai ketahanan pangan di kawasan padat penduduk. Selain melon, warga juga menanam berbagai tanaman buah lain seperti anggur yang turut menjadi daya tarik lingkungan tersebut.
Keberhasilan pengelolaan lahan bekas sampah ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi wilayah lain dalam memanfaatkan lahan sempit secara produktif. Selain membuat lingkungan menjadi lebih hijau dan asri, keberadaan greenhouse juga membuka wawasan baru bagi masyarakat tentang peluang usaha di bidang pertanian hortikultura di tengah keterbatasan lahan perkotaan. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MUM)