Dengan penuh percaya diri, Deki tampil memimpin upacara Hari Pendidikan Nasional pada 2 Mei lalu. Suaranya lantang, sikapnya tegas, seolah menegaskan bahwa keterbatasan fisik bukan halangan untuk berdiri di garis depan. Momen tersebut menjadi sorotan dan mengundang rasa kagum banyak pihak.
Perjalanan hidup Deki tidak mudah. Saat berusia enam tahun di Jayapura, ia mengalami kecelakaan tragis yang menyebabkan kaki kirinya harus diamputasi setelah terlindas truk. Sejak saat itu, ia terbiasa menghadapi jatuh dan bangkit dalam kesehariannya.
Menariknya, Deki memilih untuk tidak bergantung pada alat bantu. Ia lebih memilih bergerak dengan satu kaki, melompat dari satu langkah ke langkah lain. Pilihan itu justru membentuk karakter kuat dan mandiri dalam dirinya. Kisah Deki menjadi bukti nyata bahwa keberanian dan keteguhan hati mampu mengalahkan segala keterbatasan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MUM)