Waspada Hantavirus di Indonesia, Kenali Gejala dan Cara Pencegahannya

Medcom • 11 Mei 2026 09:16
Jakarta: Kasus hantavirus di Indonesia mulai menjadi perhatian setelah puluhan kasus ditemukan di sejumlah wilayah dalam tiga tahun terakhir. Penyakit yang ditularkan melalui hewan pengerat seperti tikus ini dinilai perlu diwaspadai karena dapat menimbulkan gangguan kesehatan serius apabila tidak ditangani sejak dini. Meski demikian, masyarakat diminta untuk tidak panik dan tetap fokus pada langkah pencegahan.

Hantavirus merupakan virus zoonotik yang menyebar dari hewan ke manusia, terutama melalui paparan urine, kotoran, atau air liur tikus yang terinfeksi. Penularan dapat terjadi ketika seseorang menghirup udara yang tercemar debu dari sisa kotoran tikus di ruangan tertutup maupun lingkungan yang jarang dibersihkan. Gejalanya umumnya diawali dengan demam tinggi, nyeri otot, sakit kepala, mual, hingga gangguan pernapasan.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mencatat terdapat 23 kasus positif hantavirus sepanjang periode 2024 hingga 2026, dengan tiga pasien dilaporkan meninggal dunia. Kasus tersebut tersebar di sembilan provinsi di Indonesia. Sementara itu, dua kasus suspek terbaru di Jakarta dan Yogyakarta dipastikan negatif hantavirus dan pasien telah dinyatakan sembuh.

Para ahli kesehatan mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan rumah dan lingkungan untuk mencegah penyebaran virus. Masyarakat juga diimbau menghindari kontak langsung dengan tikus maupun kotorannya, menggunakan disinfektan saat membersihkan area berisiko, serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala setelah terpapar lingkungan yang berpotensi tercemar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News


(MUM)

Medcom Nasional