Jakarta: Indonesia Pavilion hadir di ajang World Economic Forum (WEF) Davos, Swiss, dengan menampilkan beragam potensi nasional, mulai dari peluang investasi, inovasi, hingga produk unggulan Tanah Air. Salah satu yang menarik perhatian pengunjung adalah kehadiran Coffeenatics, merek kopi asal Indonesia yang membawa kopi Sumatera ke panggung global melalui Indonesia Pavilion.
Coffeenatics merupakan usaha kopi yang berdiri 11 tahun lalu dari sebuah kafe kecil. Kini, bisnis kopi asal Sumatera tersebut telah memiliki fasilitas roastery sendiri dan fokus pada pengembangan kopi Sumatera berbasis kualitas dan keberlanjutan. Kehadiran Coffeenatics di Indonesia Pavilion merupakan hasil proses kurasi dan presentasi dengan dukungan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM). Pada kesempatan ini, Coffeenatics memperkenalkan kopi spesial asal Tapanuli Selatan.
Kopi Tapanuli Selatan yang dibawa Coffeenatics memiliki keunikan tidak hanya dari sisi karakter rasa, tetapi juga nilai konservasi. Wilayah penanamannya merupakan habitat orangutan Tapanuli, salah satu spesies paling langka di dunia. Melalui kerja sama dengan organisasi lokal dan para petani, Coffeenatics mendorong praktik produksi kopi berkelanjutan dengan menekankan peningkatan kualitas tanpa membuka lahan baru, sekaligus membantu mengurangi konflik antara manusia dan satwa liar.
Sementara itu, antusiasme pengunjung terhadap kopi Indonesia di Indonesia Pavilion terbilang tinggi. Selama pameran berlangsung, Coffeenatics menyajikan sekitar 1.100 cangkir kopi. Kehadiran Coffeenatics di Davos diharapkan dapat membuka peluang kerja sama dan investasi, sekaligus mendorong brand kopi Indonesia menembus pasar global, tidak hanya sebagai komoditas mentah, tetapi sebagai produk bernilai tambah.
(Ahmad Mumtaz Albika Musyarrif)
Cek Berita dan Artikel yang lain di