Di rumah produksi milik Ahmad Rohman, aktivitas pekerja tampak lebih sibuk dari biasanya. Jika pada hari normal ia mampu memproduksi sekitar 3.000 kodi per bulan, kini jumlahnya melonjak hingga 6.000 sampai 9.000 kodi selama Ramadan. Lonjakan permintaan tersebut membuat pihaknya harus menambah tenaga lepas serta memberlakukan lembur agar seluruh pesanan dapat terkirim tepat waktu.
Meski permintaan membludak, Ahmad memastikan kualitas tetap menjadi prioritas. Songkok diproduksi menggunakan bahan bludru premium dengan beragam motif agar nyaman digunakan saat beribadah. Harga yang ditawarkan pun bervariasi, mulai dari Rp40.000 hingga Rp100.000 per buah, tergantung bahan dan desain.
“Alhamdulillah pesanan naik sekitar 80 sampai 90 persen dibanding hari biasa. Biasanya produksi sekitar 3.000 kodi, sekarang bisa dua kali lipat lebih saat Ramadan,” ujar Ahmad. Tak hanya dipasarkan di Pulau Jawa, songkok khas Lamongan ini juga telah merambah pasar Sumatera hingga Kalimantan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MUM)