Indonesia di Dada, Paspor Jangan Beda | Ngobrol bareng Alumnus Awardee LPDP

Medcom • 27 Februari 2026 13:36
Menjadi awardee LPDP bukan cuma soal gengsi, tapi juga tentang kesempatan emas menimba ilmu di kampus top dunia seperti Ahmad Anas Arifin, alumnus awardee LPDP PK-39. Banyak yang mengincar beasiswa ini karena fasilitasnya yang sangat lengkap, mulai dari biaya kuliah, tunjangan buku, hingga settlement allowance yang bikin mahasiswa asing lain pun takjub,. LPDP benar-benar menjadi jembatan bagi anak bangsa untuk mewujudkan mimpi kuliah di luar negeri yang dulunya mungkin terasa mustahil bagi banyak orang.

Namun, di balik segala kemudahan itu, ada tanggung jawab besar atau "titipan" negara yang harus dibawa pulang. Sejak awal, kontrak LPDP sudah menegaskan kewajiban untuk kembali dan berkontribusi di tanah air, meskipun di masa lalu aturan spesifik seperti "2N+1" belum seketat sekarang. Menjaga integritas dan "unggah-ungguh" sebagai penerima beasiswa sangatlah penting; jika memang sejak awal tidak berniat kembali, sebaiknya memilih jalur beasiswa lain. Toh, kenyamanan hidup di Indonesia dengan segala kesederhanaannya, seperti kemudahan berkomunikasi dan kuliner lokal, sering kali menjadi hal yang paling dirindukan saat berada di perantauan.

Buat kamu yang ingin menyusul jejak para awardee, persiapkan diri sedini mungkin, terutama dalam penguasaan bahasa Inggris seperti TOEFL atau IELTS yang sering jadi kendala utama. Jangan merasa minder jika bukan berasal dari perguruan tinggi negeri (PTN), karena LPDP memberikan kesempatan yang sama bagi mahasiswa kampus swasta asalkan memenuhi syarat prestasi dan mampu menunjukkan kualitas saat wawancara. Kuncinya adalah memiliki prinsip yang kuat dan niat tulus untuk belajar demi memajukan Indonesia, sebagaimana tujuan utama beasiswa prestisius ini.


Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News


(rzs)

Medcom Nasional Beasiswa LPDP Lpdp Tips Pendidikan Pendidikan Beasiswa Video Viral