Namun, di balik segala kemudahan itu, ada tanggung jawab besar atau "titipan" negara yang harus dibawa pulang. Sejak awal, kontrak LPDP sudah menegaskan kewajiban untuk kembali dan berkontribusi di tanah air, meskipun di masa lalu aturan spesifik seperti "2N+1" belum seketat sekarang. Menjaga integritas dan "unggah-ungguh" sebagai penerima beasiswa sangatlah penting; jika memang sejak awal tidak berniat kembali, sebaiknya memilih jalur beasiswa lain. Toh, kenyamanan hidup di Indonesia dengan segala kesederhanaannya, seperti kemudahan berkomunikasi dan kuliner lokal, sering kali menjadi hal yang paling dirindukan saat berada di perantauan.
Buat kamu yang ingin menyusul jejak para awardee, persiapkan diri sedini mungkin, terutama dalam penguasaan bahasa Inggris seperti TOEFL atau IELTS yang sering jadi kendala utama. Jangan merasa minder jika bukan berasal dari perguruan tinggi negeri (PTN), karena LPDP memberikan kesempatan yang sama bagi mahasiswa kampus swasta asalkan memenuhi syarat prestasi dan mampu menunjukkan kualitas saat wawancara. Kuncinya adalah memiliki prinsip yang kuat dan niat tulus untuk belajar demi memajukan Indonesia, sebagaimana tujuan utama beasiswa prestisius ini. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(rzs)