Pengunjung tampak antusias mengamati berbagai koleksi yang dipamerkan, mulai dari baju jirah, busur panah, tongkat, hingga kiswah Ka’bah dari berbagai generasi. Sejumlah artefak lain seperti pedang dan peninggalan peradaban Islam turut menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat yang datang.
Salah satu pengunjung, Iwan Kuswandi, mengaku terkesan dengan penyelenggaraan pameran tersebut. Ia menilai kehadiran artefak-artefak bersejarah itu membuka wawasan tentang perjalanan dakwah dan peradaban Islam. “Sangat luar biasa, jadi menambah ilmu. Kita jadi tahu bagaimana sejarah ekspedisi dan peninggalan yang ada,” ujarnya.
Pameran ini menjadi alternatif kegiatan edukatif bagi masyarakat selama Ramadan. Selain memperdalam pengetahuan sejarah, kegiatan tersebut juga diharapkan dapat menumbuhkan kecintaan terhadap nilai-nilai peradaban Islam di kalangan generasi muda. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MUM)