Sidoarjo: Warga Desa Sedenganmijen, Kecamatan Krian, menggelar tradisi rebutan tumpeng tempe raksasa dalam rangka menyambut bulan suci Ramadan. Tumpeng tempe setinggi sekitar 10 meter tersebut menjadi pusat perhatian masyarakat yang antusias mengikuti rangkaian acara.
Puluhan tumpeng diarak berkeliling desa sebelum akhirnya dipusatkan di kantor desa. Tumpeng-tumpeng tersebut disusun dari beragam hasil bumi unggulan desa setempat, seperti sayuran, polo pendem, ikan asap, serta aneka olahan tempe.
Seluruh hasil bumi yang disajikan dalam tumpeng menjadi simbol ungkapan rasa syukur warga atas rezeki dan hasil panen yang melimpah. Tradisi ini telah dilakukan secara turun-temurun sebagai bagian dari kearifan lokal masyarakat setempat.
Ratusan warga tampak antusias berebut aneka hasil bumi dan tempe yang ada di tumpeng. Warga meyakini tradisi ruwatan dengan berebut tumpeng ini dapat membawa berkah dan kebaikan bagi desa serta seluruh masyarakatnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di