Rangkaian kegiatan diawali dengan mengarak gunungan berisi aneka hasil bumi. Gunungan yang telah diarak kemudian menjadi rebutan warga karena dipercaya membawa berkah. Selain itu, warga juga mengikuti konvoi perahu menuju laut sebagai bagian dari prosesi utama tradisi nyadran.
Dalam konvoi tersebut, warga membawa nasi tumpeng lengkap dengan lauk pauk hasil laut. Dari Desa Balongdowo, rombongan perahu bergerak menuju laut untuk melarung sesaji sebagai simbol rasa syukur dan doa bersama. Usai prosesi pelarungan, warga menyantap tumpeng bersama di atas perahu.
Ketua Panitia Nyadran, M. Yatim, mengatakan tradisi ini menjadi wujud rasa syukur masyarakat atas rezeki yang terus mengalir. Melalui nyadran, warga berharap keberkahan dan keselamatan senantiasa menyertai kehidupan mereka, terutama dalam menyambut bulan suci Ramadan. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MUM)