Pemuda Pangandaran Sulap Urin Kelinci Jadi Pupuk Organik Bernilai Jual

Medcom • 08 Juni 2026 17:04
Pangandaran: Sejumlah anak muda di Desa Ciganjeng, Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, berhasil mengembangkan usaha ternak kelinci yang dipadukan dengan pengolahan limbah urin menjadi pupuk organik cair bernilai ekonomi. Melalui kelompok usaha bernama 'Kelinci Gila', mereka mampu mengubah limbah ternak menjadi produk yang bermanfaat bagi sektor pertanian.

Proses pembuatan pupuk dilakukan melalui fermentasi urin kelinci selama sekitar 60 hari menggunakan sistem airlock hingga menghasilkan pupuk organik cair yang siap dipasarkan. Dari sekitar 15 ekor kelinci yang dipelihara, kelompok ini mampu memproduksi ratusan botol pupuk dalam dua bulan terakhir.

Ketua kelompok, Deni, mengatakan pemasaran produk dilakukan secara langsung maupun melalui media sosial. Permintaan yang terus meningkat membuat penjualan pupuk organik cair menunjukkan tren positif. Pada bulan ini tercatat sebanyak 80 botol terjual, sementara pada bulan sebelumnya mencapai 150 botol. Produk tersebut dipasarkan dengan harga Rp60.000 per liter dan Rp35.000 untuk kemasan 500 mililiter.

Untuk menjaga kualitas pupuk, para peternak memperhatikan kebersihan kandang, kesehatan kelinci, serta kualitas pakan yang diberikan. Selain memberikan nilai tambah ekonomi, pupuk organik cair berbahan dasar urin kelinci juga dinilai mampu meningkatkan kesuburan tanah, mengurangi penggunaan pupuk kimia, serta mendukung praktik pertanian yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.


Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(MUM)

Medcom Nasional