Magelang: Warga Kampung Dukuh, Kelurahan Magelang, memiliki cara baru mengelola sampah plastik melalui inovasi ATM sampah berbasis digital bernama Recoin. Lewat teknologi ini, botol plastik bekas tak lagi sekadar menjadi limbah, tetapi dapat ditukarkan menjadi saldo elektronik yang mendorong masyarakat lebih rajin memilah sampah sejak dari rumah.
Cara penggunaannya pun cukup sederhana. Warga hanya perlu memindai barcode pada mesin, masuk ke akun Recoin, lalu memasukkan botol plastik satu per satu. Setelah botol terverifikasi, sistem secara otomatis menghitung jumlahnya dan menambahkan saldo digital ke akun pengguna. Botol yang terkumpul kemudian akan diproses menjadi bahan baku daur ulang.
Pencipta Recoin, Ben Swarna Sugi, mengatakan inovasi ini hadir untuk mempermudah masyarakat mengelola sampah plastik sekaligus memberikan nilai ekonomi, bahkan untuk satu atau dua botol sekalipun. Menurutnya, perubahan kebiasaan memilah sampah dari sumber menjadi langkah penting untuk mengurangi volume sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir.
Kehadiran ATM sampah digital ini pun disambut positif oleh warga. Selain membantu menciptakan lingkungan yang lebih bersih, saldo yang terkumpul dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Inovasi Recoin diharapkan dapat diterapkan di lebih banyak wilayah sebagai solusi pengelolaan sampah yang praktis, bernilai ekonomi, dan berkelanjutan.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(MUM)