Sejarah Koperasi di Indonesia, Berawal dari Gerakan Rakyat hingga Penggerak Ekonomi

Medcom • 02 Juli 2026 15:14
Jakarta: Koperasi di Indonesia memiliki sejarah panjang yang berakar dari semangat gotong royong dan perjuangan ekonomi rakyat. Cikal bakal gerakan koperasi dimulai pada 1886 ketika Raden Aria Wiriatmadja mendirikan lembaga simpan pinjam di Purwokerto, Jawa Tengah. Lembaga tersebut bertujuan membantu masyarakat, khususnya kalangan priyayi, keluar dari jeratan rentenir dan menjadi fondasi berkembangnya koperasi di Tanah Air.

Memasuki awal abad ke-20, semangat berkoperasi semakin berkembang seiring munculnya organisasi pergerakan nasional seperti Boedi Oetomo, Syarikat Dagang Islam, hingga Persatuan Bangsa Indonesia. Melalui koperasi, berbagai organisasi tersebut berupaya memperkuat perekonomian rakyat, mendorong kemandirian usaha, sekaligus menumbuhkan semangat nasionalisme di tengah masa penjajahan.

Setelah Indonesia merdeka, gerakan koperasi memasuki babak baru. Kongres Koperasi Indonesia pertama yang digelar di Tasikmalaya pada 1947 melahirkan Sentral Organisasi Koperasi Rakyat Indonesia (SOKRI), menetapkan asas gotong royong, serta menetapkan 12 Juli sebagai Hari Koperasi Nasional. Enam tahun kemudian, Kongres Koperasi di Bandung menetapkan pembentukan Dewan Koperasi Indonesia (DEKOPIN) dan mengukuhkan Mohammad Hatta sebagai Bapak Koperasi Indonesia.

Hingga kini, koperasi tetap menjadi salah satu pilar ekonomi kerakyatan. Sesuai Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1992, koperasi berfungsi mengembangkan potensi ekonomi anggota, memperkuat perekonomian rakyat, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Semangat kebersamaan dan gotong royong yang menjadi dasar koperasi pun diharapkan terus relevan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang inklusif.


Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(MUM)

Medcom Nasional