Jakarta: Sungai seharusnya menjadi jalur aliran air sekaligus penopang kehidupan kota. Namun, di sejumlah titik di Jakarta, badan air justru masih dipenuhi tumpukan sampah plastik, styrofoam, hingga limbah rumah tangga. Meski pembersihan rutin dilakukan, persoalan ini terus berulang dan menunjukkan bahwa masalah sampah belum terselesaikan hingga ke akarnya.
Salah satu lokasi yang menjadi sorotan berada di Kali Gendong, Muara Baru, Jakarta Utara. Kawasan ini sempat viral setelah permukaan sungai tertutup sampah. Saat kondisi mulai dibersihkan, warga mengaku persoalan serupa sudah berlangsung lama. Keterbatasan fasilitas penampungan sampah, padatnya permukiman, serta kebiasaan membuang sampah ke sungai masih menjadi tantangan yang dihadapi setiap hari.
Petugas Unit Penanganan Sampah Badan Air mengungkapkan bahwa penanganan di lapangan tidak cukup hanya dengan mengangkut sampah. Berdasarkan data Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta tahun 2025, sebagian besar sungai di ibu kota masih berada dalam kategori tercemar sedang hingga berat. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh limbah domestik, aktivitas industri, hingga perilaku masyarakat yang masih membuang sampah sembarangan.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus mendorong penguatan fasilitas persampahan, edukasi pemilahan sampah, hingga penegakan aturan bagi pelanggar. Meski demikian, upaya tersebut dinilai tidak akan berjalan optimal tanpa partisipasi masyarakat. Menjaga kebersihan sungai bukan hanya soal mempercantik lingkungan, tetapi juga menjadi langkah penting untuk menjaga kualitas hidup warga sekaligus mengurangi risiko banjir di ibu kota.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(MUM)