Salah satu lokasi terdampak parah adalah Ekowisata Natural Park. Tempat wisata alam ini sebelumnya menjadi primadona bagi wisatawan lokal maupun luar Aceh, terutama saat akhir pekan, libur tahun baru, dan Lebaran. Namun kini, kawasan yang pernah menjadi ikon wisata keluarga di Takengon itu hancur diterjang banjir dan longsor. Tak hanya fasilitas yang rusak, pemilik dan pekerja di lokasi wisata tersebut juga turut menjadi korban.
Seluruh area taman bermain dan wahana binatang, seperti kandang kelinci, ayam, bebek, hingga kolam ikan, tertimbun material tanah dan bebatuan setinggi dua hingga tujuh meter. Seorang pekerja bernama Syahrul meninggal dunia akibat tertimbun longsor, sementara dua pekerja lainnya mengalami luka saat berusaha menyelamatkan diri. Pemilik objek wisata, Khairul Ramadan, juga menjadi korban bersama istrinya di lokasi berbeda setelah terhempas longsoran dan terbawa arus Sungai DAS Peusangan.
Warga sekitar mengaku tidak pernah menyangka bencana sedahsyat itu akan terjadi. Selain menimbulkan trauma mendalam, kerusakan sejumlah objek wisata di Aceh Tengah juga berdampak pada menurunnya kunjungan wisatawan. Padahal, wilayah ini biasanya menjadi tujuan favorit masyarakat saat libur akhir pekan dan tahun baru, yang kini perlahan sepi pascabencana.
(Ahmad Mumtaz Albika Musyarrif) Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MMI)