Ketua Bidang Advokasi Guru P2G, Iman Zanatul Haeri, menyoroti dampak besar dari pendidikan yang belum berkualitas. Ia mengacu pada riset World Bank tahun 2022 tentang e-literacy yang menyebutkan bahwa rendahnya kemampuan literasi bisa membuat sebuah negara mengalami kerugian hingga Rp100 triliun per tahun.
Rendahnya literasi membuat banyak orang kesulitan mengolah data, memahami informasi, hingga mencerna hal-hal dasar seperti kandungan obat. Dampaknya bukan hanya pada individu, tetapi juga pada kesempatan kerja dan produktivitas secara luas.
Jika kondisi ini terus dibiarkan, kerugian ekonomi yang ditanggung negara bisa sangat besar setiap tahunnya.
Hai, Sobat Medcom.id! Kalau kamu punya video peristiwa menarik bisa mengirimkannya ke redaksi@medcom.id
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(rzs)