Dawet Mbah Hari, Kuliner Legendaris Pasar Beringharjo yang Bertahan Sejak 1960

Medcom • 21 Juli 2026 13:46
Yogyakarta: Dawet Mbah Hari menjadi salah satu kuliner legendaris yang masih bertahan di Pasar Beringharjo, Kota Yogyakarta. Berjualan sejak 1960, lapak sederhana ini tetap ramai dikunjungi pelanggan dari berbagai kalangan yang datang untuk menikmati cita rasa dawet yang autentik.

Mbah Hari, yang bernama asli Nyatilah, merupakan generasi pertama penjual dawet tersebut. Meski telah berusia 81 tahun, ia masih aktif melayani pelanggan dengan didampingi cucu pertamanya. Nama 'Mbah Hari' sendiri diambil dari nama sang suami, Hari Narto.

Seporsi dawet dijual seharga Rp10 ribu dengan isian dawet, cendol, gula jawa, santan, dan potongan nangka. Cita rasanya yang manis dan menyegarkan membuat minuman ini tetap diminati, termasuk oleh pelanggan yang telah berlangganan sejak lama maupun wisatawan yang datang ke Pasar Beringharjo.

Keberadaan Dawet Mbah Hari menjadi bagian dari kekayaan kuliner tradisional Yogyakarta yang terus bertahan di tengah perkembangan zaman. Selain menawarkan cita rasa khas, kuliner ini juga menyimpan nilai sejarah yang menjadi daya tarik bagi para pengunjung.

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(MUM)

Medcom Nasional