Makassar: Makassar dikenal sebagai kota seribu warung kopi. Di balik menjamurnya kedai kopi di berbagai sudut kota, warung kopi telah berkembang menjadi ruang sosial yang mempertemukan berbagai kalangan, mulai dari pelajar, mahasiswa, pekerja, pelaku usaha, hingga pejabat untuk berdiskusi, membangun relasi, dan bertukar gagasan.
Aktivitas di warung kopi berlangsung hampir sepanjang hari. Selain menjadi tempat menikmati kopi, warung kopi juga dimanfaatkan untuk rapat, mengerjakan tugas, hingga menjalin kerja sama. Budaya duduk bersama tanpa sekat menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Sulawesi Selatan, sehingga tak sedikit ide maupun kolaborasi lahir dari obrolan di meja warung kopi.
Pertumbuhan warung kopi di Makassar turut mendorong perekonomian daerah. Kehadirannya membuka lapangan kerja, memberdayakan petani kopi dan pelaku UMKM, sekaligus memperkuat sektor ekonomi kreatif. Beragam warung kopi juga menawarkan kuliner khas daerah yang menjadi daya tarik wisata bagi pengunjung.
Pemerintah Kota Makassar berkomitmen mendukung pengembangan budaya kopi melalui promosi destinasi kuliner dan penyelenggaraan Festival Kopi yang melibatkan pelaku UMKM. Festival tersebut akan menghadirkan pelatihan, kompetisi seperti manual brewing, latte art, dan coffee cupping, sebagai upaya meningkatkan kualitas barista sekaligus memperkuat posisi Makassar sebagai destinasi wisata kopi.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(MUM)