Surabaya: Seorang pelaku UMKM lokal berhasil mengubah limbah kayu oak yang kerap dipandang tak bernilai menjadi produk fashion ramah lingkungan bernilai ekonomi. Melalui merek Rabag Official, limbah kulit kayu oak diolah menjadi tas dengan desain unik dan berkarakter, sekaligus membawa pesan keberlanjutan lingkungan.
Rabag Official dirintis sejak 2018 oleh Dini Mariani. Usaha ini awalnya bergerak di bidang produk edukasi anak berbahan kain flanel dengan nama Rara Craft. Seiring perubahan kebutuhan pasar, Dini mulai bereksperimen membuat ransel secara otodidak. Respons positif dari pasar menjadi titik balik yang mendorong Rabag berkembang sebagai brand tas kreatif.
Identitas Rabag semakin kuat sejak akhir 2020 setelah menemukan kecocokan pada penggunaan kulit kayu oak. Bahan ini dipilih karena memiliki tekstur alami yang padat namun tetap lentur, sehingga mudah dibentuk dan memberikan karakter berbeda pada setiap produk. Proses produksinya dilakukan secara manual, mulai dari perancangan desain hingga tahap akhir, termasuk melayani pesanan khusus sesuai kebutuhan konsumen.
Nilai keberlanjutan menjadi kekuatan utama Rabag Official. Kulit kayu oak yang digunakan merupakan hasil daur ulang dari sisa produksi industri lain yang seharusnya terbuang. Meski masih menghadapi keterbatasan sumber daya dan proses produksi yang sederhana, Rabag terus berinovasi. Produk-produk Rabag kini dipasarkan secara luring dan daring, bahkan telah digunakan oleh konsumen hingga ke luar negeri, membuktikan bahwa UMKM lokal mampu bersaing dengan tetap menjaga kepedulian terhadap lingkungan.
(Ahmad Mumtaz Albika Musyarrif)
Cek Berita dan Artikel yang lain di