Suasana khusyuk terasa di halaman masjid yang berada di kawasan Keraton Yogyakarta tersebut. Lantunan ayat suci Al-Qur’an menggema, sementara saf-saf jemaah terisi penuh oleh warga yang datang bersama keluarga. Pelaksanaan tarawih ini merujuk pada metode Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) yang menganut prinsip satu hari satu tanggal di seluruh dunia.
Ketua Takmir Masjid Gede Kauman, Asman Latif, mengatakan berbagai persiapan telah dilakukan jauh hari sebelum Ramadan tiba. Mulai dari penyusunan jadwal imam dan penceramah hingga koordinasi penyediaan takjil untuk berbuka puasa, seluruhnya dipersiapkan demi kenyamanan jemaah.
Selama Ramadan, masjid akan menggelar beragam kegiatan rutin seperti kuliah menjelang tarawih, kajian selepas salat Subuh, serta tausiyah menjelang berbuka. Untuk takjil, pengurus menyiapkan rata-rata 1.500 porsi setiap hari, yang dibagikan kepada jemaah dan masyarakat sekitar, menghadirkan suasana kebersamaan di tengah perbedaan penetapan awal puasa. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MUM)