Dari Hobi Jadi Cuan, Kades Pesawaran Sukses Budidayakan Ayam Pakhoy

Medcom • 26 Januari 2026 17:08
Lampung: Seorang Kepala Desa di Kabupaten Pesawaran, Lampung, sukses membudidayakan ayam pejantan jenis pakhoy yang kini tengah tren di kalangan pencinta ayam kontes. Dari usaha tersebut, ia mampu meraup keuntungan hingga ratusan juta rupiah. Ayam pakhoy dikenal memiliki nilai jual tinggi dan banyak diminati, khususnya oleh kaum pria penggemar ayam hias dan kontes.

Budidaya ayam pakhoy ini dijalankan di atas lahan seluas sekitar 2.500 meter persegi yang berlokasi di Desa Tanjung Rejo, Kecamatan Negeri Katon. Berjarak cukup jauh dari permukiman warga, puluhan kandang berdiri untuk mengembangbiakkan ayam pejantan pakhoy yang disilangkan dengan ayam betina lokang. Ayam pakhoy sendiri merupakan jenis ayam pejantan yang berasal dari Tailan dan kini semakin populer di Indonesia.

Ayam pakhoy memiliki sejumlah keunggulan dibandingkan ayam pejantan lainnya. Postur tubuh yang tinggi, badan besar, serta tulang yang kuat menjadi daya tarik utama. Selain itu, ciri khas ayam pakhoy terlihat pada bagian kaki. Sanjaya, peternak ayam pakhoy sekaligus Kepala Desa Tanjung Rejo, mengaku mulai menekuni usaha ini sejak 2019, bertepatan dengan masa pandemi COVID-19. Saat ini, jumlah ayam yang dibudidayakan dari berbagai usia mencapai sekitar 400 ekor.

Dalam menjalankan usahanya, Sanjaya turut memberdayakan warga sekitar untuk membantu perawatan dan pengembangbiakan ayam. Pembeli ayam pakhoy tidak hanya berasal dari Lampung, tetapi juga dari berbagai daerah seperti Pulau Jawa, Sumatera, hingga Sulawesi. Harga ayam pakhoy bervariasi tergantung usia dan kualitas, mulai dari Rp500 ribu hingga Rp5 juta per ekor. Meski disibukkan dengan tugas sebagai kepala desa, Sanjaya menilai usaha ini bukan sekadar bisnis, melainkan hobi yang jika ditekuni dengan serius mampu menjadi sumber penghasilan yang menjanjikan.

(Ahmad Mumtaz Albika Musyarrif) 

Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News


(MMI)

Medcom Nasional