Imbas Pengambilan Paksa Jenazah COVID-19, Direktur RSUD Daya Dipecat

Medcom Nasional Virus Korona
Faizal Wahab • 02 Juli 2020 14:23
Ditemui usai mengikuti upacara virtual HUT ke-74 Bhayangkara di Gedung Mappaodang Polda Sulawesi Selatan, Kapolda Sulawesi Selatan, Irjen Pol Mas Guntur Laupe menegaskan pihaknya terus mendalami penyelidikan oknum Anggota DPRD Kota Makassar yang menjadi penjamin pengambilan jenazah pasien positif COVID-19 di RSUD Daya.

Menyikapi kejadian tersebut Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan melalui Pemkot Makassar melakukan pemecatan terhadap Direktur RSUD Daya, Ardin Sani dari Jabatannya.

Pengambilan jenazah pasien positif COVID-19 di RSUD Daya itu dilakukan oleh pihak keluarga dan berlangsung pada Sabtu, 27 Juni 2020 lalu.

Dari hasil pemeriksaan rapid test, pasien dinyatakan reaktif dan pemeriksaan swab test pun dilakukan oleh tim medis. Setelah beberapa jam dirawat, pasien meninggal dunia ketika hasil swab test belum keluar. 

Sehingga pihak keluarga pun meminta agar jenazah dipulangkan ke rumah duka untuk disemayamkan.

Jenazah sempat ditahan dan akan dimakamkan dengan protokol COVID-19. Namun Anggota DPRD Makassar Fraksi PKS, Andi Hadi Ibrahim Baso menjamin dengan tanda tangan di kertas pernyataan yang dibubuhi materai.

(ARV)

Bagaimana tanggapan anda mengenai video ini?

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif