Buka puasa bersama tersebut dilaksanakan setiap hari Jumat selama Ramadan. Sebelum waktu berbuka, warga yang hadir terlebih dahulu mengikuti tausiyah dari ustaz yang dihadirkan panitia. Kegiatan ini telah berlangsung selama 14 tahun sebagai bentuk kepedulian sosial dan upaya mempererat toleransi antarumat beragama.
Setiap kegiatan, panitia menyiapkan sekitar 250 hingga 300 porsi makanan. Saat waktu berbuka tiba, para musafir, abang becak, dan warga sekitar secara bergantian mengambil hidangan yang disediakan secara gratis.
Rohaniawan Kelenteng Hok Swie Bio, Kho Tjiang San, mengatakan kegiatan ini bertujuan memperkuat kebersamaan di tengah keberagaman masyarakat. Ia menilai perbedaan bukanlah pemisah, melainkan keindahan dalam kehidupan bermasyarakat.
“Selama bulan Ramadan tujuannya memupuk kebersamaan dan toleransi. Tidak hanya untuk musafir, tetapi juga masyarakat sekitar kelenteng, termasuk tukang becak atau siapa pun yang membutuhkan. Kita hidup untuk masyarakat dan ingin menguatkan kebersamaan di Bojonegoro. Perbedaan bukan jurang pemisah, tetapi sebuah keindahan,” ujar Kho Tjiang San. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MUM)