Perlombaan yang digelar menjelang waktu berbuka puasa ini menjadi kegiatan tahunan masyarakat setempat untuk memeriahkan bulan suci Ramadan. Para peserta tampak antusias menjadi yang tercepat mencapai garis finis.
Jolloro mini merupakan perahu kecil tanpa awak yang dapat bergerak menggunakan tenaga baterai dan dinamo yang dirakit sendiri oleh para peserta. Perahu tersebut dipacu di atas permukaan tambak hingga mencapai garis akhir perlombaan.
Kegiatan ini tidak hanya diikuti peserta dari Maros, tetapi juga menarik peserta dari daerah lain di Sulawesi Selatan seperti Barombong dan Pangkep. Panitia mencatat sekitar 60 peserta dari tiga daerah ikut ambil bagian dalam Ramadhan Jolloro Mini Race yang digagas pemuda setempat bekerja sama dengan pemerintah desa dan mahasiswa kuliah kerja nyata (KKN).
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MUM)