Malang: Lima mahasiswa lintas disiplin ilmu Universitas Brawijaya menciptakan rompi pintar bernama 'Adapt-V' untuk membantu mendeteksi tanda-tanda tantrum pada anak dengan Autism Spectrum Disorder atau ASD.
Inovasi ini dilengkapi sensor detak jantung dan sensor gerak untuk membaca perubahan kondisi pengguna. Rompi ini bahkan mendapat perhatian Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dan berkesempatan dipresentasikan di Istana Wakil Presiden.
Rompi Adapt-V bekerja dengan membaca perubahan detak jantung dan gerakan yang melewati parameter tertentu. Jika sistem mendeteksi kondisi yang dianggap tidak normal, pompa akan mengisi kantung udara di dalam rompi.
Kantung tersebut kemudian memberikan tekanan yang dirancang menyerupai sensasi pelukan untuk membantu memberikan efek menenangkan. Proses dari deteksi awal hingga rompi mengembang sempurna disebut membutuhkan waktu kurang dari 20 detik.
Untuk memastikan tekanan tetap aman, rompi juga dilengkapi sensor tekanan yang memantau tekanan di dalam kantung udara dan mencegahnya memberikan tekanan berlebihan kepada pengguna.
Sistem tersebut turut terintegrasi dengan aplikasi sehingga orang tua dapat memantau kondisi anak dari jarak jauh. Ide pengembangan Adapt-V berawal ketika para mahasiswa mencari gagasan untuk perlombaan Program Kreativitas Mahasiswa dan menemukan konten mengenai anak dengan autisme yang mengalami tantrum.
(MUM)