Warga Yogyakarta Coba Tanam Padi di Galon Bekas

Ahmad Mumtaz Albika Musyarrif • 25 September 2026 15:00
Yogyakarta: Di tengah padatnya permukiman perkotaan, warga Wirobrajan mencoba menanam padi tanpa menggunakan sawah. Kelompok Tani Swa Katon Asri memanfaatkan galon bekas air mineral sebagai wadah budidaya padi.

Percobaan pertama dimulai pada Bulan Juni dengan menggunakan 120 galon. Padi ditanam dengan metode tanam benih langsung atau tabela dan membutuhkan waktu sekitar 105 hingga 110 hari hingga panen. Dari setiap galon, kelompok tani memperkirakan dapat menghasilkan sekitar 100 gram gabah kering atau total sekitar 12 kilogram dari seluruh wadah.

Untuk menjaga tanaman tetap tumbuh, galon tidak dilubangi agar air dapat tertampung. Pengaturan ketinggian air juga disesuaikan dengan fase pertumbuhan tanaman. Pada awal pertumbuhan, media cukup dibuat basah, kemudian air digenangkan pada fase tertentu dan dikurangi menjelang panen agar bulir padi mengering.

Menariknya, budidaya padi ini terintegrasi dengan kolam lele. Air pembuangan dari kolam dimanfaatkan kembali sebagai pupuk organik cair untuk menyiram tanaman. Sebelumnya, kelompok tani tersebut telah membudidayakan berbagai sayuran seperti cabai, terong, dan bawang di lahan terbatas. Kini, keberhasilan padi tumbuh dan menghasilkan bulir menjadi pengalaman baru bagi para anggota.

Ketua kelompok mengatakan hasil panen perdana rencananya tidak dijual, melainkan dibagikan kepada anggota kelompok tani. Meski hasilnya belum sebanding dengan produksi padi di lahan sawah, percobaan tersebut menunjukkan lahan terbatas di kawasan perkotaan tetap dapat dimanfaatkan untuk budidaya tanaman pangan.


Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(MUM)

Medcom Nasional Ketahanan Pangan Inovasi Tanaman Padi