Jakarta: Tingginya biaya bimbingan dan rumitnya tugas akhir kerap menjadi beban bagi mahasiswa tingkat akhir. Tergerak dari kondisi tersebut, Numan Nomad memilih berkeliling Indonesia untuk memberikan bimbingan skripsi secara gratis. Dengan kendaraan umum maupun pribadi, laptop, dan semangat berbagi ilmu, ia menjalankan misi sosial untuk membantu mahasiswa menyelesaikan pendidikan tepat waktu.
Numan, lulusan Universitas Katolik Parahyangan angkatan 2014, memulai gerakan bimbingan skripsi gratis sejak September 2025. Sebelumnya, ia bekerja di perusahaan rintisan yang bergerak di bidang bimbingan skripsi dan memberikan pengajaran secara daring.
“Saya mikir, kalau mahasiswa bayar terus untuk bimbingan, kasihan yang tidak punya uang. Ketika mereka butuh, masa iya harus mencari uang dulu. Sedangkan mereka sedang berproses untuk menjadi seseorang. Makanya saya ingin membantu dari sisi yang saya bisa,” ujar Numan.
Dalam perjalanannya dari satu kota ke kota lain, seluruh biaya operasional sebisa mungkin ditanggung sendiri. Numan juga mendapat dukungan dari teman dan pengikutnya melalui donasi, serta penghasilan dari bimbingan daring dengan tarif seikhlasnya.
Untuk menekan pengeluaran, ia bahkan tak jarang menginap di masjid, tempat ibadah di rest area, atau rumah mahasiswa yang dibimbingnya. Ia pernah hanya memiliki sisa uang Rp38.000 saat berada di kapal menuju Makassar.
“Saya di sini ingin membantu. Saya coba terus meyakinkan dan menguatkan diri, mungkin itu juga cobaan buat saya untuk benar-benar mau terus membantu mahasiswa ketika ada uang atau tidak ada uang,” katanya.
Perjalanan Numan kemudian membawanya ke Cibubur untuk membantu Mila Sarmila, mahasiswa jurusan PGSD sekaligus ibu rumah tangga dengan tiga anak. Mila yang kesulitan melanjutkan skripsi karena keterbatasan waktu dan biaya mengenal Numan melalui TikTok. Bimbingan dilakukan secara langsung di rumah dengan membedah data penelitian dari bab empat hingga bab lima.
Bagi Numan, membantu mahasiswa menyelesaikan pendidikan menjadi kebanggaan tersendiri. Ia pun berharap semakin banyak mahasiswa dapat menuntaskan skripsi tanpa terbebani biaya tambahan.
“Kalau pencapaian untuk di dunia, saya tidak terlalu mencari. Saya ingin nanti ketika sudah meninggal, saya masuk surga. Itu saja target saya,” ujarnya.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(MUM)