Ritual cuci rupang dilakukan dengan membersihkan satu per satu patung dewa dan altar di dalam wihara. Prosesi ini menjadi bagian dari rangkaian persiapan menyambut Imlek, sekaligus tradisi tahunan yang rutin dilaksanakan menjelang pergantian tahun baru.
Pengurus wihara menyebut ritual ini memiliki makna simbolis sebagai bentuk pembersihan diri dari hal-hal buruk yang terjadi pada tahun sebelumnya. Selain itu, cuci rupang juga dimaknai sebagai wujud penghormatan kepada para leluhur.
Ketua Persembahyangan Wihara Cagasasana, Andi Mandala, mengatakan ritual cuci rupang menjadi pembuka rangkaian kegiatan Imlek di wihara. Setelah prosesi pembersihan, pengurus akan melanjutkan persiapan menyambut umat dan tamu yang datang untuk bersembahyang serta melakukan persembahan selama perayaan Imlek. Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MUM)