Kisah calon haji ini berawal saat kedua orang tua Mayang bersama sang nenek mendaftarkan diri pada tahun 2011 untuk beribadah haji ke Tanah Suci, seiring berjalannya waktu di tahun 2018 sang ayah meninggal dunia. Ibunya pun sempat mengalami sakit dan meninggal dunia.
Di musim haji 2023 ini, Mayang yang baru berusia 20 tahun barulah mendapat panggilan untuk menggantikan Almarhumah ibunya untuk menunaikan ibadah haji seorang diri bersama jemaah haji lainnya asal Lubuklinggau.
Hai, Sobat Medcom.id! Kalau kamu punya video peristiwa menarik bisa mengirimkannya ke redaksi@medcom.id.
(ARV)