Pantai Gading: Tradisi menenun kain masih dilestarikan oleh para perajin di Pantai Gading, Afrika Barat. Keterampilan yang diwariskan antargenerasi ini menjadi bagian dari identitas budaya masyarakat sekaligus sumber mata pencaharian warga setempat.
Di Desa Gbomi Kondeyaokro, Pantai Gading, Afrika Barat, para perajin mempertahankan teknik menenun menggunakan alat tradisional. Proses pembuatannya membutuhkan ketelitian dan waktu yang tidak singkat, mulai dari dua minggu hingga dua bulan, bergantung pada tingkat kerumitan desain kain. Aktivitas tersebut juga menarik wisatawan yang ingin melihat langsung proses pembuatan kain.
Kain tenun tradisional Pantai Gading, yang dalam naskah sumber disebut 'pagnes', digunakan dalam berbagai kegiatan, seperti pernikahan, perayaan, dan upacara adat. Selain memiliki nilai budaya, kain tersebut juga berperan dalam menunjang perekonomian para perajin dan komunitas setempat.
Keterampilan menenun kain pinggang tradisional Pantai Gading telah tercatat sebagai warisan budaya takbenda UNESCO sejak 2023. Pengakuan tersebut menambah perhatian terhadap pentingnya menjaga teknik menenun tradisional agar tetap diwariskan kepada generasi berikutnya.
(MUM)