Kudus: Siswi SMK NU Banat Kudus, Jawa Tengah, mengembangkan kreativitas melalui pembuatan busana berbahan wastra Nusantara. Berawal dari ruang praktik sekolah, karya mereka tidak hanya menjadi sarana belajar menjahit dan merancang pakaian, tetapi juga dikembangkan sebagai produk fashion bernilai jual.
Proses pembuatan busana dimulai dari mencari inspirasi, menyusun desain, membuat pola, memilih kain, hingga menjahit dan melakukan tahap akhir atau finishing. Para siswi juga didorong untuk mengembangkan karakter desain masing-masing dengan memadukan kekayaan kain tradisional Indonesia dan gaya busana modern.
Melalui brand Zelmira, para siswi belajar memahami dunia usaha, mulai dari menjaga kualitas produk hingga memasarkannya kepada masyarakat. Mereka tidak hanya dituntut menghasilkan busana, tetapi juga mempelajari cara mengenali kebutuhan pasar agar produk yang dibuat memiliki daya tarik bagi konsumen. Pembelajaran tersebut sekaligus menjadi upaya memperkenalkan wastra Nusantara melalui karya generasi muda.
Karya para siswi SMK NU Banat Kudus juga mendapat kesempatan tampil di panggung internasional. Sejak 2018, sekolah tersebut disebut konsisten mengikuti pameran dagang dan peragaan busana di luar negeri, termasuk di Hong Kong, Jepang, dan Singapura. Salah satu pencapaiannya adalah keikutsertaan dalam Hong Kong Fashion Week 2023. Melalui proses kreatif dan pembelajaran kewirausahaan, para siswi diharapkan mampu mengembangkan keterampilan sekaligus membawa kekayaan budaya Indonesia ke pasar yang lebih luas.
(MUM)