Sarajevo: Perajin ukir dari Jepara, Jawa Tengah, melakukan restorasi ornamen kayu di Masjid Istiklal, Sarajevo, Bosnia dan Herzegovina, pada 14–19 Oktober 2026. Inisiatif yang digagas Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat ini mendapat apresiasi dari Duta Besar Bosnia dan Herzegovina untuk Indonesia, Armin Limo, karena dinilai memperkuat pelestarian budaya sekaligus hubungan kedua negara.
Masjid Istiklal di Sarajevo diresmikan pada September 2001 sebagai simbol persahabatan Indonesia dan Bosnia dan Herzegovina setelah perang. Masjid tersebut merupakan hibah dari masyarakat dan pemerintah Indonesia untuk memperingati kemerdekaan Bosnia dan Herzegovina. Seiring waktu, sejumlah ornamen kayu jati di dalam masjid mengalami kerusakan sehingga membutuhkan perbaikan.
Saat berkunjung ke masjid tersebut pada Februari 2026, Lestari Moerdijat menginisiasi bantuan restorasi dan menyumbangkan kaligrafi ukir Jepara untuk ditempatkan secara permanen di masjid. Tim perajin dari Jepara kemudian dikerahkan untuk memperbaiki ornamen yang rusak. Selain memulihkan keindahan interior masjid, keterlibatan perajin juga memperkenalkan keterampilan ukir tradisional Indonesia kepada masyarakat internasional.
Duta Besar Bosnia dan Herzegovina untuk Indonesia, Armin Limo, mengapresiasi inisiatif tersebut. Menurutnya, restorasi Masjid Istiqlal Sarajevo memiliki arti diplomatik yang penting karena memperkuat hubungan kedua negara melalui kebudayaan, melampaui kerja sama politik dan bantuan kemanusiaan. Upaya ini diharapkan menjadi awal bagi kerja sama budaya yang lebih luas, termasuk pertukaran perajin dan promosi seni ukir Jepara di tingkat internasional.
(MUM)