Bandung Barat: Bencana longsor yang menerjang Desa Pasirlangu tak hanya menyisakan duka, tetapi juga trauma mendalam bagi anak-anak. Di posko pengungsian, para relawan bersama Tim Penggerak PKK Bandung Barat berupaya membantu memulihkan kondisi psikologis anak-anak yang terdampak melalui kegiatan trauma healing.
Suasana posko pengungsian tampak lebih ceria ketika anak-anak mengikuti berbagai permainan edukatif. Gelak tawa mulai terdengar saat mereka bernyanyi bersama, mendengarkan dongeng, hingga menyaksikan aksi badut yang dihadirkan relawan. Perlahan, rasa takut yang sempat membayangi berubah menjadi keceriaan, meski kesedihan masih terasa bagi sebagian anak yang kehilangan anggota keluarganya akibat bencana.
Ketua Tim Penggerak PKK Bandung Barat, Syahnaz Sadiqah, mengatakan kegiatan trauma healing dilakukan agar anak-anak tidak terus terjebak dalam rasa takut pascabencana. Selain bermain dan mendongeng, relawan juga mengajak anak-anak menggambar agar perhatian mereka tetap tertuju pada aktivitas positif. Perhatian khusus turut diberikan kepada kelompok rentan seperti ibu hamil, ibu menyusui, lansia, dan anak-anak.
Salah seorang anak korban longsor asal Cisarua, Fikri Nasrulloh, mengaku ketakutannya mulai berkurang, meski rasa sedih masih kerap muncul. Ia mengatakan sebagian anggota keluarganya menjadi korban dalam peristiwa longsor tersebut. Melalui pendampingan berkelanjutan, diharapkan anak-anak korban bencana dapat kembali merasa aman dan perlahan bangkit dari trauma yang mereka alami.
(Ahmad Mumtaz Albika Musyarrif)
Cek Berita dan Artikel yang lain di