Andik Susanto, petani muda asal Kecamatan Semanding, yang menjadi sosok di balik inovasi tersebut. Saat merawat tanaman bawang merah miliknya, Andik tak lagi membawa ember atau selang. Ia cukup membuka aplikasi di handphone untuk mengaktifkan sistem penyiraman. Alat ini merupakan hasil racikan mandiri yang mulai dikembangkan sejak lima bulan lalu.
Dengan modal sekitar Rp25 juta, Andik merakit sendiri berbagai komponen mulai dari pipa paralon, perangkat elektronik, hingga jaringan wifi. Sistem tersebut kini mampu mengairi lahan seluas setengah hektare secara merata dan efisien. Ia mengaku inovasi ini sangat membantu, terutama karena tanaman bawang merah membutuhkan penyiraman yang tepat waktu dan tidak boleh terlambat, meski hanya satu atau dua hari.
Tak hanya bisa dikendalikan dari mana saja selama terhubung internet, alat ini juga dilengkapi fitur penjadwalan otomatis. Dengan demikian, penyiraman dapat dilakukan secara konsisten meski pemilik lahan sedang berada di luar kota. Inovasi Andik diharapkan dapat menginspirasi petani muda lainnya untuk memanfaatkan teknologi digital demi mempermudah perawatan dan meningkatkan hasil pertanian.
(Ahmad Mumtaz Albika Musyarrif) Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MMI)