Banyak peserta UTBK-SNBT 2025 mengeluhkan subtes Literasi Bahasa Indonesia (LBI) karena dianggap sulit dan tidak sesuai harapan. Mereka merasa soal lebih mirip materi saintek atau soshum, bukan tes bahasa.
Ketua SNPMB, Eduart Wolok, meluruskan bahwa subtes tersebut bukan tes bahasa, melainkan mengukur kemampuan memahami bacaan dalam Bahasa Indonesia dan Inggris. Ia menegaskan, soal literasi bisa berbentuk apa saja, termasuk topik saintek atau soshum, selama yang dinilai adalah kemampuan membacanya.
Sumber: Pexels
Hai, Sobat Medcom.id! Kalau kamu punya video peristiwa menarik bisa mengirimkannya ke redaksi@medcom.id
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(rzs)