Ia menegaskan bahwa kemiskinan yang ia saksikan bukan persoalan individu, melainkan struktural.
Bagi Tuantigabelas, hip-hop sejak awal adalah medium perlawanan. Ia menilai genre ini diterima luas karena kemampuannya mewakili suara kelompok marjinal, sebuah fungsi yang menurutnya tidak boleh hilang hanya demi mengikuti selera pasar.
Kemarahan sosial itulah yang kini menjadi “bensin” kreatifnya. Alih-alih menyederhanakan isu, ia memilih membingkainya secara universal agar tetap relevan lintas generasi.
Hai, Sobat Medcom.id! Kalau kamu punya video peristiwa menarik bisa mengirimkannya ke redaksi@medcom.id
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(rzs)