Semarang: Di tengah kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), inovasi kreatif lahir dari tangan para siswa Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) di Kecamatan Susukan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Berangkat dari keprihatinan terhadap limbah plastik yang sulit terurai, mereka berhasil mengolah sampah plastik menjadi bahan bakar alternatif yang diberi nama 'PETASOL'.
Inovasi tersebut dimulai dengan mengumpulkan sampah plastik di lingkungan sekitar sekolah. Setelah dipilah dan dibersihkan, limbah plastik dimasukkan ke dalam reaktor pirolisis. Melalui proses pemanasan bersuhu tinggi tanpa oksigen, rantai polimer plastik terurai menjadi uap hidrokarbon.
Uap hidrokarbon kemudian dialirkan ke alat pendingin atau kondensor hingga berubah menjadi cairan yang dapat digunakan sebagai bahan bakar. Hasil pengolahan tersebut menghasilkan PETASOL, bahan bakar yang memiliki karakteristik menyerupai solar dan telah diuji coba pada mesin diesel.
Lebih dari sekadar inovasi teknologi, PETASOL menjadi bagian dari pembelajaran yang menggabungkan ilmu pengetahuan, kepedulian lingkungan, dan nilai-nilai keagamaan. Melalui proyek ini, para siswa membuktikan bahwa limbah plastik yang kerap dianggap masalah dapat diubah menjadi solusi yang bermanfaat bagi masyarakat dan lingkungan.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(MUM)